Breaking News

Viral Mobil Pemudik Tersesat Masuk Hutan di Brebes Hingga Warga Keheranan, Polisi Ungkap Sosok Sopir

Sebuah mobil minibus yang ditumpangi pemudik dari Bandung, Jawa Barat mengalami hal ganjil. Mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi D 1886 OE tersesat dan memasuki jalan setapak di pinggiran Sungai Pemali, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (10/4/2022). Mereka tersesat di area persawahan, tepatnya di Dukuh Mingkrik, Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Pada lokasi tersebut, tidak terlihat ada akses jalan beraspal yang bisa dilalui oleh kendaraan bermobil. Lokasi mereka tersesat berjarak 3 kilometer dari permukiman warga. Peristiwa tersebut pun viral di media sosial setelah diunggah akun facebook @Malih Saputra Slangkar.

Video tersebut sudah tayang sebanyak 8.465 kali dan mendapatkan 51 komentar serta 1.700 kali dibagikan. Akun Malih Saputra Silangkar bercerita, kendaraan tersebut menyasar ke daerah yang seperti hutan. Dari jalan utama ke lokasi tersebut jaraknya sekira 3 kilometer.

Ia melihat, kejadian tersebut sangat aneh. Karena akses jalannya untuk dilalui sepeda motor saja susah. Tetapi, kendaraan tersebut justru sampai di pinggiran Sungai Pemali.

"Ini aneh, aneh tapi nyata. Jalan ini hanya setapak, buat motor saja susah," ungkapnya. Seorang warga, Sugiri (53) mengatakan, adanya kendaraan tersasar hingga tepi Sungai Pemali, menjadi kejadian yang aneh karena lokasi tersebut adalah alas atau hutan. Selain itu, sepanjang 3 kilometer hanya ada bebatuan besar dan tidak rata.

Sugiri mengatakan, jika itu mobil normal, maka tidak akan bisa melintas hingga sejauh 3 kilometer. Tetapi bisa saja jika ada makhluk ghaib yang iseng lalu mobil jadi bisa melintas. "Kalau enggak ada mahluk iseng ya gak bisa lewat sini. Wong sepeda motor saja sulit," ujarnya.

Hal serupa disampaikan warga lain, Zakuri (50). Ia heran ada mobil bisa melaju di jalan berbatuan hingga ujung dan dekat Sungai Pemali. Padahal jalannya sangat rusak, penuh berbatuan besar dan medannya naik turun.

Mestinya jika tidak macet, mobil tersebut terguling. "Ya heran. Wong gampangannya jalannya kan rusak, lalu naik turun. Tahu tahu kok sudah ada di sana," ungkapnya. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Larangan AKP Sutikno, membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada dini hari.

Kendaraan tersebut tersasar di area persawahan yang arahnya menuju ke Dusun Kalibanteng, Desa Pamulihan. Menurut AKP Sutikno, pihaknya masih melakukan pendalaman mengapa kendaraan tersebut bisa sampai ke area tersebut. Sementara pengakuan pengemudi, saat perjalanan jalan terasa halus seperti di jalan TOL.

Tahu tahu saat tersadar justru sudah berada di pinggiran sungai. "Peristiwa tersebut memang benar berada di jalan area persawahan menuju ke Kalibanteng Desa Pamulihan. Saat ini anggota masih mendalami peristiwa tersebut," katanya AKP Sutikno membeberkan kronologis kejadian yang dialami pemudik dari Bandung tersebut.

AKP Sutikno menjelaskan, kejadian bermula saat Dian Wijaya Kusuma (40) beserta istrinya Saripah dan dua anaknya mudik dari Bandung. Mereka berangkat menggunakan mobil Daihatsu Xenia, Jumat (8/4/2022) pukul 12.00 WIB. Mereka hendak mudik ke rumah orangtuanya di Dusun Temukerep, Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

"Sesampainya di Jalan Raya Larangan, yang bersangkutan mengaku masuk ke dalam cahaya dan terbang sampai berhenti di area persawahan," kata AKP Sutikno. AKP Sutikno menjelaskan, keterangan tersebut disampaikan Dian Wijaya Kusuma. Mereka sudah berada di area persawahan sekira pukul 22.30 WIB, pada Sabtu (9/4/2022).

Setelah itu, mereka meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki sampai di Perempatan Larangan dan dijemput keluarga istri. Tetapi, menurut AKP Sutikno, keterangan lain disampaikan oleh mertua saudara Dian, bernama Ratmo. Dia menyampaikan bahwa menantunya sudah lama mengalami gangguan jiwa.

"Keterangan dari mertua korban, menantunya mengalami gangguan jiwa sejak lama. Menantunya sering berimajinasi tentang dunia lain dan galaksi lain," ungkapnya. AKP Sutikno mengatakan, korban hingga saat ini belum bisa diajak berkomunikasi dua arah. Jawabannya selalu melantur.

Sementara dari keterangan istrinya, Saripah, bahwa suaminya juga pernah menerabas jalan setapak di Gunung Ceremai. "Dari pengakuan istrinya, bahkan sebelumnya suaminya juga pernah menerabas jalan setapak di Gunung Cermai, Jawa Barat," ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.